-
DAYS
-
HOURS
-
MINUTES
-
SECONDS
PROMO LEBARAN Akses Semua Kelas hanya Rp 16.500/Bulan

Komputer Hanya Sebatas Alat Bantu

Oleh: Saiful Hadi

Komputer di era awal kemunculannya digunakan untuk melakukan pekerjaan analisa-analisa yang lebih mengarah ke hal-hal yang berhubungan dengan teknik dan sains. Namun seiring perkembangan zaman, penggunaan komputer sudah melebar ke segala lini, tak peduli apa profesinya baik desainer, kompuser musik dan sebagainya, mereka telah memanfaatkan komputer untuk membantu pekerjaan mereka.

Karena demikian, tidak tertutup kemungkinan akan bermunculan orang-orang yang bukan ahli dalam bidangnya namun dia nampak seolah-olah bisa mengusai bidang tersebut, sebagai contoh dengan adanya skecthup, bisa saja kalangan yang tidak berlatar belakang dari dunia teknik (terutama teknik Arsitektur) sudah bisa membuat model-model desain yang cukup fantastis asalkan dia bisa menguasai program tersebut dengan mahir. Lantas, apakah cukup dengan menguasai sebuah software sehingga seseorang layak mendapat predikat sang ahli? rasanya itu tidak cukup, karena ada hal-hal lain yang harus dikuasai selain bisa menguasai software tersebut.

Dalam hal rekayasa konstruksi atau struktur, tugas utama komputer adalah sebagai mesin penghitung seperti maksud awal alat tersebut diciptakan. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya teknologi, ternyata komputer telah mengubah cara kerja insinyur dalam melakukan analisa struktur. Dan yang paling penting, kehadiran komputer telah membantu memangkas waktu kerja, katakan saja seperti software SAP2000 atau ETABS, dengan bantuan program tersebut perhitungn menjadi semakin cepat dan mudah.

Jauh hari sebelum era komputer mendominasi, untuk memahami perilaku struktur dengan benar, maka harus memahami metode-metode perhitungan yang dilakukan secara manual, tetapi dengan tersedianya komputer untuk analisa struktur, tanpa mengetahui metode pun hasil hitungan juga tetap akan keluar. Akan tetapi apakah hasilnya benar atau tidak, ini yang patut dipertanyakan. Tidak ada jaminan bahwa itu semua membuat para insinyur dapat memahami perilaku struktur sebenarnya, sehingga tidak cukup jika sekedar paham software tapi harus paham asumsi-asumsi dasar analisis dan paham perilaku struktur yang sebenarnya, serta harus memvalidasi hasilnya.

Disisi lain, komputer untuk bidang rekayasa adalah alat bantu yang sangat berguna, terutama bagi pengguna kompeten dibidangnya. Tetapi bagaimana untuk yang tidak kompeten? Disinilah masalah itu bemunculan, karena bisa saja terjadi salah asumsi sehingga hasil perhitungan tidak sesuai dengan harapan. Karena salah analisa, harusnya gaya tarik namun dipahami sebagai tekan pada ujung akan berimbas kepada kesalahan dalam desain. Rasulullah saw pernah mengatakan, “apabila sebuah perkara tidak ditangani oleh yang ahli dalam bidang itu maka tunggulah datangnya kehancuran”.

wallahu a’lam

Scroll to Top